Kamis, 07 Juni 2012

untuk yang tersayang^_^

baru ku sadari semua tentangmu, tentang sayangmu padaku yang hingga kini tak mampu ku balas,
tentang keegoisanku yang tak pernah mau mendengarmu, maafkan....
aku akan mencoba, berusaha sebisaku mengubah semua kebiasaan burukku yang tak kau sukai, yang akupun tau hanya merugikanku. dan akupun takkan menyia-nyiakan kesempatan yang telah kau berikan untukku, akan ku jaga semampuku. aku berjanji!
aku sayang kalian, yang hanya disini bisa ku ungkap rasa ini, banyak hal yang telah kalian berikan untukku hingga kini, yang akupun tak yakin mampu membalasnya sekarang, besok hingga akhir hayatku,,
mengingat bagaimana kau begitu sabar menghadapiku saat aku mulai beranjak dewasa(puber) yang terkadang sikapku kelewat batas terhadapmu, tanpa terasa air mata ini menetes. begitu durhakanya anak sepertiku ini, maafkan aku....
semarah-marahnya kalian kepadaku tak pernah sampai membentakku ataupun "menyentuhku", hanya dulu waktu aku kecil dan sulit untuk di suruh shalat kau memukulku, tapi hanya sekali waktu itu, dan aku tau kau melakukannya bukan karena inginmu atau kebiasaanmu, tapi karena itulah tuntutan agama kita, untuk mengajari shalat. 
bagiku kau adalah pendidik terbaik, yang sabar dan juga teman buatku diskusi tentang banyak hal...
jangan pernah menyerah dan lelah mengajariku tentang banyak hal dalam hidup ini
I miss u all!^_^


#untuk abah dan umi

Rabu, 06 Juni 2012

Coretan hati

Semuanya butuh proses, tak ada sesuatu itu denagn instant. bahkan manusiapun di ciptakan oleh Allah dengan proses yang cukup panjang. 
Aku tak pernah merrasa akulah yang paling benar, karena ku tau kebenaran sejati hanya milikNya, milikNya Yang Abadi. 
Kita manusia hanya berusaha, memberikan yang terbaik untuk orang-orang di sekitar kita, orang tua kita, keluarga kita, lingkungan kita untuk agama kita, dan untuk negara kita, walaupun itu sangat sulit. terkadang niat baik kita dan usaha yang sungguh2 masih belum mampu memberikan hasil maksimal dari yang kita usahakan, saat ada pihak yang tak mendukung, seperti contoh tentang perubahan. Sulit sekali merubah kebiasaan saat kebiasaan itu sudah mengakar. padahal banyak hal baru yang mungkin bisa kita pertimbangkan untuk menambah wawasan terhadap yang lama, seandainya saja kita mampu sejalan, tak memikirkan gengsi dan ego masing2. mungkin kita akan merasa nyaman berjalan bersama, berdampingan. 
Sedih, saat kita di berikan amanah dalam suatu hal tapi kita tak mampu menjalankannya, bukan karena tak berusaha tapi usaha kita tak mampu menggerakkan nurani mereka yang kita ajak jalan berdampingan. 
Sebenarnya saya masih ingin melanjutkan semua ini, saya masih ingin memperjuangkan semua ini,karena saya yakin jika usaha ini semakin di kukuhkan semuanya akan seperti yang kita harapkan, bisa berjalan berdampingan dengan damai. tapi mungkin restu Tuhan hanya sampai disini untukku, mungkin ada orang lain yang di persiapkan Tuhan yang akan lebih mampu menyelesaikan semua ini.
disini tempatku di lahirkan, tempatku dididik, dan disinilah aku ingin mengapdikan hidupku, semoga masih ada kesempatan untukku, amien....