Hari pertama, sejak pagi setelah mandi sampai siang menjelang tidur siang Haura pipis sampai 5 kali dan sekalipun masih belum bisa bilang, yah, hampir membuat kami orang tuanya kewalahan. Karena baru selesai pipis dan kami harus mensucikan tempat bekas pipis Haura, di tempat lain Haura sudah pipis lagi dan hal itu berlangsung hanya sampai siang menjelang tidur siang. Untuk alas tempat tidur Haura sudah saya siapkan alas anti air ( perlak) yang dilapisi sprei. Untuk malam pertama km 10 saya gendong ke kamar mandi, tapi gak pipis, kemudian jam 3 dini hari saya gendong dan ternyata tidak pipis juga, baru setelah bangun sekitar jam 5 pagi dan ditanyakan Haura ingin pipis, dia mengangguk dan pipis. Setelah bangun Haura harus sering2 ditanyakan untuk pipis sekitar tiap 1-2 jam sekali dan Alhamdulillah sudah mulai paham.
Hari kedua untuk pipis sudah mulai bisa dipahami, yaitu dengan sering menanyakan untuk pipis, namun untuk BABnya masih belum bisa mengontrol. Karena sering terbiasa pup berdiri saat menggunakan popok, jadi untuk dua hari pertama pupnya masih di cenala dengan posisi berdiri.
Hari ketiga, saya mulai mencari cara bagaimana bisa pup dikamar mandi. Sounding sudah sangat sering saya lakukan bahkan sebelum proses TT secara teori Haura sangat memahami dimana tempat pipis dan pup.
Hari keempat akhirnya saya memutuskan untuk praktik langsung, walaupun mungkin sedikit jorok, akhirnya saya ajak Haura ke kamar mandi, saya ambil posisi seperti orang mau pup sambil bicara " begini d' cara e*k di kamar mandi, dan gak sakit keluarnya" sampai dua kali saya ajak ke kamar mandi saat melihat Haura sepertinya sudah menunjukan ingin pup.
Akhirnya hari kelima Haura sudah mulai bisa bilang ingin pup dan pup dikamar mandi.
Untuk malam hari saya sampai 6 hari menggunakan perlak dan karena tidak pipis akhirnya pas seminggu, yaitu tanggal 16 Januari saya tidak menggunakan perlak lagi, dan saya nyatakan Haura sudah lulus TT.
Alhamdulillah, syukur yang tidak terhingga saat proses menyapih dan TT selesai dengan tanpa drama.
Hal yang sangat rasa penting dalam proses TT kali ini adalah kesiapan psikis dan fisik kedua belah pihak, yaitu orang tua dan anak adalah hal yang sangat mendasar dan sangat penting untuk dilakukan.
Sounding juga tidak kalah penting untuk dilakukan, karena anak kecil mempunyai rasa ingin tahu yang sangat besar, dan cara memenuhi keingintahuannya adalah dengan bicara, bicara dan bicara. Menjelaskan kenapa anak harus seperti ini, kenapa harus seperti itu. Walaupun terlihat sepele tapi mereka merekam dan belajar untuk memahaminya.