Minggu, 27 November 2011

Saatku bicara

Telah kulakukan kewajibanku, inginmu selama ini telah ku penuhi. sekarang aku hanya ingin sekali saja aku di dengar, aku di beri kebebasan tuk bicara, tuk menentukan jalanku. apa semua itu terlalu sulit?

aku hanya ingin melihat dunia lebih jauh, aku ingin belajar banyak hal yang masih belum ku tau. bukan seperti sekarang yang semuanya serba tekanan. kapan aku bisa merasa aku di dengarkan??

apakah kau tau aku sangat tertekan dengan keadaanku saat ini, aku hanya ingin mencoba
izinkan aku tuk mencoba, ini bukanlah kesalahan apalagi sebuah dosa.

_Izinkan aku mencoba_

Sabtu, 26 November 2011

"Sedang Rindu"

Malam ini aku sedang Rindu
Rindu pada sesosok yang pernah lama hadir dala hidupku, pada hangatnya Mentari yang selalu tersenyum indah untukku

Malam ini aku sedang Rindu
Rindu pada suatu tempat, dimana kita biasa menghabiskan waktu tuk sekedar membaca buku2 kesukaan kita di saat menunggu jam masuk kuliah

Malam ini aku Rindu
Rindu pada teduhnya tatapanmu, pada hangatnya kasihmu, dan lembutnya tuturmu. saat aku sedang marah ingin berbagi tentang suka dukaku, dengan senyuman kau selalu bersedia menjadi tempatku berkeluh kesah.

Malam ini aku Rindu
rindu yang tak mungkin lagi bisa kusampaikan padanya, hingga akhirnya hanya menjadi coretan di sini. Rindu yang hanya bisa ku ungkap di sini.

Malam ini aku Rindu
Rindu yang selalu berusaha tuk ku hapus, namun hingga kini tak pernah terhapus, nyah sampai kapan. maaf jika aku tak bisa membuang rasa rindu ini padamu, bukan ku tak berusaha tapi rasa ini benar2 sudah terlalu dalam tumbuh dan mengakar di sanubariku.

Malam ini aku Rindu
Rindu sang Bulan pada sang Mentari dan mengharap menjadi Purnama
Rindu untukmu selalu.......

Selasa, 15 November 2011

Berpetualang Bersama Dunia Khayalku

Saat pikiran penat dan tak tau harus berbuat apa, ku coba pejamkan mataku memasuki Dunia yang belum lama ini aku ciptakan dimana aku berada di sebuah kerajaan dan menjadi seorang Putri. tak jauh dari kerajaan tempakku tinggal ada sebuah pohon yang rindang, pohon itu terletak di pinggir sungai yang sangat jernih, ikan-ikan berwarna-warni berkejaran tenang seakan tak takut pada tangan-tangan usil yang akan menangkapnya. aku sangat betah duduk berlama-lama di bawah pohon itu. sejauh mata memandang yang terlihat hanya hijaunya rumput seperti permadani, dan bunga-bunga yang beraneka warna yang menebarkan wangi semerbak, burung-burung tak henti-hentinya bersiul seakan menjadi sebuah melodi yang indah yang tak bisa ku temui di kota-kota besar yang tak ada pepohonan.


Suatu ketika aku bersama kedua pelayan yang telah di persiapkan untukku selama 24 jam berjalan di sekitar sungai, tanpa sadar kami melewati batas larangan untuk kami datangi, aku melihat sebuah gubuk yang membuatku penasaran tuk mendatanginya, gubuk itu kecih namun begitu indah dengan tertata sangat rapi, berpagar dahan-pohon yang di potong rapi dan halaman yang penuh dengan bunga beraneka warna membuatku sangat ingin menuju tempat itu. kedua pelayanku memintaku tuk kembali ke istana tapi aku tak mendengarkan dan terus menuju ke gubuk itu, akhirnya kedua pelayanku memutuskan untuk meniggalkanku di tempat itu seorang diri. Tak jauh dari gubuk itu hutan yang sangat lebat terlihat dengan jelas pohon-pohon yang tinggi menjulang seakan lukisan yang begitu indah yang ada di hadapanku kini.


Ketika aku mulai mendekati rumah aku melihat seorang ibu berumur 45 tahunan sedang menyapu di halaman rumahnya dan tak jauh dari si ibu ada seorang anak lelaki yang kira-kira berumur 25 tahun sedang mengumpulkan kayu bakar yang ku perkirakan adalah anak si ibu. ingin sekali aku mendatangi mereka, tapi hari mulai sore dan aku takut kedua pelayanku telah mengadukanku kepada ayahku. maka akupun meninggalkan tempat itu dan berjanji suatu saat aku akan menemui mereka di gubuk itu, karena ku merasa begitu merindukan berada disana, ntah kenapa.....


(bersambung)

Senin, 14 November 2011

Tempat Berbagi

Terlalu sulit saat ini aku mempercayai seseorang. sakit yang dahulu tak sembuh dengan tuntas, bekasnya hingga kini masih terasa walau beribu cara telah kulakukan tuk menyembuhkannya, seorang diri.

Dahulu, terlalu aku mempercayakan hati ini padamu, aku merasa begitu yakin kau mampu menjaga kepercayaanku dengan sebaik-baiknya, tapi ternyata aku salah besar, kau tak pernah bena-benar ingin menjaga hatiku kau hanya melakukannya karena egomu saja sebagai seorang laki-laki.

Kini hanya ada ragu tiap kali ada yang menawarkan tuk menjaga hati ini, aku tak tahu lagi bagaimana membedakan antara orang yang tulus atau hanya pura-pura. terlalu perih luka itu, luka saat kau hianati aku, di depan mataku..

Ma'af jika sikapku yang seperti ini adalah salah, bukan aku tak berusaha tuk membuka hati, tapi tiap kali aku mulai belajar membuka hati, kembali aku terhianati. semuanya selalu memikirkan diri sendiri, tak memikirkan betapa sakit yang aku rasakan dengan apa yang kau lakukan.

Disinilah Tempatku Berbagi, berkeluhkesah, bercerita tentang suka dan duka yang selama ini aku alami dalam hidupku.
tak perlu ada yang merasa bersalah dengan apa yang telah ku tulis, semuanya telah kuma'afkan. aku hanya ingin mengeluarkan apa yang selama ini ada dalam hatiku, agar hati ini lega. yang aku rasakan saat ini adalah aku hanya merasa sangat sulit tuk percaya pada orang lain itu saja, dan itu tak ada hubungannya denganmu.