Selasa, 15 November 2011

Berpetualang Bersama Dunia Khayalku

Saat pikiran penat dan tak tau harus berbuat apa, ku coba pejamkan mataku memasuki Dunia yang belum lama ini aku ciptakan dimana aku berada di sebuah kerajaan dan menjadi seorang Putri. tak jauh dari kerajaan tempakku tinggal ada sebuah pohon yang rindang, pohon itu terletak di pinggir sungai yang sangat jernih, ikan-ikan berwarna-warni berkejaran tenang seakan tak takut pada tangan-tangan usil yang akan menangkapnya. aku sangat betah duduk berlama-lama di bawah pohon itu. sejauh mata memandang yang terlihat hanya hijaunya rumput seperti permadani, dan bunga-bunga yang beraneka warna yang menebarkan wangi semerbak, burung-burung tak henti-hentinya bersiul seakan menjadi sebuah melodi yang indah yang tak bisa ku temui di kota-kota besar yang tak ada pepohonan.


Suatu ketika aku bersama kedua pelayan yang telah di persiapkan untukku selama 24 jam berjalan di sekitar sungai, tanpa sadar kami melewati batas larangan untuk kami datangi, aku melihat sebuah gubuk yang membuatku penasaran tuk mendatanginya, gubuk itu kecih namun begitu indah dengan tertata sangat rapi, berpagar dahan-pohon yang di potong rapi dan halaman yang penuh dengan bunga beraneka warna membuatku sangat ingin menuju tempat itu. kedua pelayanku memintaku tuk kembali ke istana tapi aku tak mendengarkan dan terus menuju ke gubuk itu, akhirnya kedua pelayanku memutuskan untuk meniggalkanku di tempat itu seorang diri. Tak jauh dari gubuk itu hutan yang sangat lebat terlihat dengan jelas pohon-pohon yang tinggi menjulang seakan lukisan yang begitu indah yang ada di hadapanku kini.


Ketika aku mulai mendekati rumah aku melihat seorang ibu berumur 45 tahunan sedang menyapu di halaman rumahnya dan tak jauh dari si ibu ada seorang anak lelaki yang kira-kira berumur 25 tahun sedang mengumpulkan kayu bakar yang ku perkirakan adalah anak si ibu. ingin sekali aku mendatangi mereka, tapi hari mulai sore dan aku takut kedua pelayanku telah mengadukanku kepada ayahku. maka akupun meninggalkan tempat itu dan berjanji suatu saat aku akan menemui mereka di gubuk itu, karena ku merasa begitu merindukan berada disana, ntah kenapa.....


(bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar