"lihatlah purnama itu d', sempurna dan indah bukan?"katamu pada suatu malam saat purnama. aku hanya mengangguk menyetujui.
"kamu tau kenapa terjadi purnama?"tanyanya tanpa mengalihkan pandangannya dari wajahku. dan aku hanya menggeleng dan pandanganku tetap tak lepas dari bulan yang sedang purnama.
"ingin tau kenapa?" tanyanya lagi dan aku hanya mengangguk. akhirnya diapun meceritakan kepadaku sebuah "dongeng" tentang Bulan yang purnama.
"pada jaman dahulu kala Bulan dan Matahari saling mencintai, tapi ternyata cinta mereka tak mendapat restu dari alam semesta, hingga akhirnya mereka harus terpisah. Matahari tak tega melihat Bulan selalu menitikkan air mata, akhirnya Matahari memohon agar bisa menemani Bulan walau hanya sesaat saja. dan restupun didapat, maka dalam sebulan sekali Matahari bisa menemani Bulan dan memberi cahanya sempurna hingga terjadilah purnama, namun sekali dalam sebulan pula bulan harus kehilangan cahaya matahari hingga terjadilah bulan sabit. begitu d' ceritanya"ucapnya mengakhiri ceritanya.
"apakah Matahari hanya sesaat menemani Bulan a'?"tanyaku padanya.
"selama Matahari mampu, dia akan selalu berusaha selalu menemani Bulan"ucapnya tersenyum.
seberapa kuat aku tahan air mata ini akhirnya luruh juga mengalir membasahi pipiku, melihatku menangis dia kaget dan bertanya padaku.
"kenapa kamu menangis d'?''
"kasian aja denger cerita Bulan"ucapku sambil ku hapus air mata.
taukah kamu a' kalau hatiku sakit saat ini, aku tau kamu berusaha selalu menghiburku saat ini, aku tau hatimupun terluka dengan semua ini, tapi kamu selalu menutupinya dariku. kamu tak ingin melihatku sakit, tapi kau tak peduli pada hatimu sendiri. kamu selalu berusaha tersenyum menenangkanku.bisikku dalam hati.
"a',sudah malam, pulang dulu gih sana."usirku padanya.
"ok deh, met bobok ya dede' chayank, jangan nakal ya?"ucapnya tersenyum menggodaku.
"aa' juga jangan suka begadang ya?"ucapku dan langsung ku tutup pintu. aku tak ingin dia melihat air mataku yang tak kuat ku bendung lagi.
"ini perjuangan kita a', untuk tak menyakiti masing2 dari kita, meski waktu dan jarak tak berpihak pada kita"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar