Minggu, 30 September 2012

oretan pagi

hangat, saat kurasakan sentuhan mentari pagi menyentuh wajahku, ucap syukur tak pernah lupa atas segala nikmat yang telah Kau anugrahkan. suara bising kendaraan menjadi irama dalam hariku menjalani kehidupan di tempat ini. yah, di perbatasan kota Malang dan Batu yang merupakan jalur kendaraan dari Kota Malang ke beberapa kota yang ada di jawa timur. Bising, itulah kesan pertama yang kudapatkan ketika menginjakkan kaki di kota ini, bahkan terkadang suara adzanpun tak ku dengar. aku rindu berada di rumahku, meskipun hanya sebuah desa kecil tapi setiap kali adzan berkumandang bisa kinikmati dengan khusyu', tak hanya di satu masjid,tapi musollapun mngumandangkan AsmaMu untuk menyeru kepada kita untuk melaksanakan kewajiban dan berhenti sejenak dari rutinitas yang sedang kita jalani.

Dan disinilah aku kini berada, melaksanakan salah satu perintahMu,yah,menuntut ilmu adalah salah satu perintahmu, sebagaimana perintahMu dalam Al-Qur'an "Iqro'", walau bukan berarti itu adalah perintah untuk melanjutkan pendidikan, tapi bagiku itu adalah perintah untuk selalu belajar sebagaimana dalam hadis "tuntutlah ilmu dari sejak lahir sampai liang lahat"itulah yang selalu aku ingat. dan inilah salah satu upayaku yaitu melanjutkan kuliah dan ini adalah atas ridho Allah dan restu kedua orang tua.

melanjutkan kuliah bukan hanya untuk jabatan semata, miris rasanya tiap ada yang beranggapan melajutkan kuliah untuk menjadi dosen, apa cuma itu selama ini alasan setiap orang untuk melajutkan kuliah?hingga hampir semua orang yang tau tentang niatku untuk kuliah selalu bilang mau jadi bu dosen. tapi maaf bikan itu cita2 saya.

bismillah semoga tujuannku tak pernah berubah dah hanya untuk mencari ridhaMu ya Robb...
hanya itu doa yang tak pernah kulupakan dalam setiap sujudku. dan semoga Allah selalu meridhoi setiap langkahku menujuMu
Amiennn ya robb.....

Jumat, 28 September 2012

Ikhtiar

Rindu yang selalu hadir saat berada jauh dari orang-orang tersayang,seperti itulah keadaanku saat ini, umi, abah, kakak-kakakku dan ponakan2 kecilku. baru satu bulan aku disini tapi seperti sudah sangat lama.

berada di tempat ini adalah mimpiku sejak 2 tahun yang lalu, dan alhamdulillah aku bisa mewujudkannya sekarang, tapi masih ada hal yang selalu aku pikirkan. berada disini membuataku bahagia karena ini adalah mimpikudi satu sisi dan disisi lain ini adalah beban, kenapa aku bilang begitu? dari keperluan kuliah, SPP, uang tempat tinggal dan makan semuanya masih dari orang tua, terasa ada beban yang sangat berat yang sedang aku pikul di pundak ini.

meninggalkan anak didik juga merupakan salah satu beban buatku, aku yang sudah bersedia menemani mereka belajar harus pergi tiba2 tanpa pamit kepada mereka. sama-sama pilihan yang sulit saat itu, tapi berada disini adalah mimpiku sedangkan disana adalah tugasku. dan aku memilih mewujudkan mimpiku, di sini.

umi, abah. maaf jika hingga saat ini tak ada yang bisa aku persembahkan untuk membuat kalian bangga, aku sedang berusaha. do'a dan restu kalian adalah kekuatan untukku tetap bertahan mewujudkan mimpi ini. serta kakak-kakaku yang merupakan motivatorku tuk selalu berusaha lebih giat. dan untuk saat ini aku tak ingin mengecewakan kalian semua. orang-orang tersayangku.

dan untuk kalian anak2ku, perjalanan ini juga akan kembali pulang bersama kalian,dan semoga aku bisa memberi yang jauh lebih baik dari aku yang dulu. kita pasti bertemu lagi atas idzinNya tentunya. 

 Bismillah,, semoga perjalanan ini barokah

Selasa, 25 September 2012

Ceritaku


 Januari 2012
            Hari yang melelahkan setelah seharian bermain2 dengan ponakan2 kecilku yang sedang berkumpul di rumah, kubaringkan badanku di kasur dan terdengar suara Maher Zein dengan number onenya tan da panggilan masuk dari handponeku. Sebuah nomer baru muncul di layar handponku dan ku angkat.
“assalamualaikum”ucapku mendahului salam di sana.
“waalaikum salam”jawabnya yang membuat jantungku seperti berhenti berdetak. Suara yang sangat aku kenal, suara seseorang yang pernah menjadi bagian indah dalam sebagian episode masa laluku.
“siapa?”ucapku pura-pura tak mengenal orang di sebrang sana .
“ini Nayla kan?”tanyanya meyakinkan.
“ia, saya bicara dengan siapa ya?”tanyaku lagi.
“Alif” ucapnya singkat.
“O,,”. Jawabku pendek.
“Sebelumnya gue minta ma’af udah ganggu kamu”.
“gak ko’, oia gimana kabarnya? Pastinya udah lulus kuliah kan?Tanyaku berusaca mencairkan suasana. Dia tak menjawab hanya diam beberapa saat diantara kami,  ternyata aku masih mengenalnya dia pasti sedang dalam masalah. Tapi aku tak ingin kembali ke masa lalu biarlah dia yang menjelaskan semuanya tak perlu lagi aku tanya kenapa dia.
“de’ ada waktu gak?”tanyanya mengagetkanku. “Aku harus tetap tenang”batinku berbisik lirih.
“hmm, ada apa ya sepertinya penting banget”.
“gue pengen cerita, dan gue pengen ceritanya sama kamu”. Ucapnya dan kembali mengegetkanku. Ya Robb jaga hati ini jangan sampai gemuruh itu kembali hadir.
“ia” jawabku singkat.
“gue ngelakuin kesalahan yang fatal”ucapnya mengawali ceritanya.
“maksudnya?”tanyaku yan gmulai penasaran.
Akhirnya ceritanyapun mengalir, cerita yang bagaikan sebuah sinetron membuatku sangat terkejut. Dia bercerita bahwa dia sudah menikah tanpa resti dengan orang tua, dan dia menikah hanya karena balas budi,  saat dia sedang kuliah orang tuanya memutuskan untuk tidak membiayai kuliahnya dengan alasan karena dia gak gak lulus sampai tahun ke tujuh atau baats akhir dari universitas tempanya belajar. Saat itulah perempuan itu datang membantunya hingga dia bisa lulus. Dan diapun menikahi perempuan itu tanpa restu orang tuanya hingga melahirkan seorang anak laki-laki.
            Akhirnya orangtuanyapun mengetahui dan memberikan pilihan perempuan itu atau keluarganya. Dan buatnya adalah pilihan yang sulit. Akupun berkata “pilihlah yang lebih baik buat banyak pihak tak Cuma untuk dirimu sendiri”
“gue udah milih keluarga de’” ucapnya mantap.
“dan meninggalkan keluaragamu?”tanyaku tak percaya.
“apa itu pilihan yang terbaik menurutmu?”tanyaku tak percaya dengan keputusan yang dia pilih.
“ia”. Jawabnya.
“jika memang begitu pilihanmu jalanilah dan semoga tak ada yang tersakiti dari pilihanmu”.   ucapku
 Satu jam lebih dia bercerita dan dia mengakhiri dengan mengatakan bahwa sekarang dia adalah duda beranak satu dan mencari perempuan yan gmau menikah dengan dia.
            Sama sekali tak ku pahami jalan pikirannya, menginginkan segalanya dengan instan tanpa banyak bekerja. Seandainya saja dia mau bekerja lebih keras sedikit saja, orang tuanya takkan menghentikan membiayai kuliah jika dia kuliah 4 tahun sebagaimana biasanya, diapun tak perlu menadi anak yang durhaka dengan menentang keinginan orang tuanya karena setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Tak perlu ada perempuan dan seorang anak yang menjadi korban. Seandainya saja dia mau sidikit saja memikirkan manfaat dan mudharat yang akan dia terima dengan apa yang dia lakukan.
            Ya robb, rasa syukur tak terhingga ku haturkan padaMu atas segala yang  telah dan akan Engkau anugrahkan dalam hidupku ini. Berapa banyak hal yang kita sia-siakan dalam hidup ini.
Terkadang kita lebih banyak mengeluh dengan satu masalah yang kita terima dari pada mensyukuri beribu nikmat yang telah dia nugrahkanNya untuk kita.
            Mulai sekarang belajarlah untuk selalu bersyukur^_^
           

Kamis, 20 September 2012

"Syukur"

harus segera ku mulai sekarang, walau masih ku bingung bagaimana caranya. .tapi aku tak boleh putus asa "selalu ada jalan saat ada usaha dan do'a". hanya itu yang sellau ku ingat dan yakinlah bahwa Allah akan selalu bersama kita.
memulai dari titik nol untuk bisa meraih mimpi yang selama ini ku pendam, kini langkah demi langkah aku lalui dan haruskan aku berhenti pada titik dimana semuanya sudah aku mulai, aku harus menyelesaikan sampai akhir, jangan sampai kegagalan itu kembali kurasakan. aku harus bisa.
ini bukan sikap ambisius tapi pembuktian bahwa aku bisa, dan aku tak mengecewakan semua orang yang sudah mendukungku, aku tak ingin.

"maka nikmat manakah yang akan kau dustakan" selalulah besyukur dengan apa yang telah kita peroleh selama ini, jangan hanya banyak mengeluh hanya karena satu masalah/kesusahan dan melupakan seribu kebahagiaan  yang telah di terima. semoga hamba termasuk orang yang selalu bersyukur ya Robb...

pasti ada jalan pada setiap persoalan sebagaimana firmannya bahwa"Dia tidak akan menurunkan masalah diluar kemampuan hambanya" dan tawakkallah kepada Allah, serahkan semuanya hanya kepadaNya...

semangat,,,semangat,,,semangat;)
ayo kita mulai dari sekarang, saat ini
Bismillahi tawakkaltu 'alaAllah.....



Selasa, 18 September 2012

hari indahku^_^

segenggam kenangan yang sempat ku pertahankan kini sedikit demi sedikit aku lepaskan, terbang tertiup angin dan hilang tanpa bekas, begitulah kini yang ku alami. Rasa yang selama ini aku pertahankan luntur bersama dengan dingin yang telah kau cipta, membekukan dan patah sedang aku tak sanggup lagi menyatukannya lagi.

Kini tak ada lagi yang kuragukan, kini tak ada lagi yang kusesalkan semuanya sudah berakhir, berakhir indah:)
taukah kamu bahwa aku tak pernah berfikir sekarang akan sebahagia ini? menyambut pagi tanpa ada bayang-bayang hitam masa lalu, penuh semangat untuk menyambut mentari pagi yang indah, penuh senyuman.

Hidup itu indah jika menyikapinya dengan positif, melakukan hal positif dan selalu bersikap posotif. banyak hal yang bisa kita lakukan untuk untuk membuat hidup ini indah.

Haari ini aku bahagia^_^

Minggu, 16 September 2012

intropeksi diri

pengalaman mengajarkanku banyak hal, aku mengenal banyakorang yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, semuanya hanya selalu membanggakan diri dan merendahkan orang lain, apa seperti itu perilaku seorang muslim dan muslimah? orang- orang yang justru berpendidikan bersikap seperti itu.
sebebnarnya dengan sikao mereka yang seperti itu apa yang mereka inginkan? mencari simpati orang lain dengan cara menjatuhkan saudara sendiri? sungguh di sayangkan jika hal tersebut terjadi dalam hidup kita, apalagi yang sesama muslim.

dari pengalaman itu aku belajar banyak hal, lebih baik diam dari pada berbicara tapi tak bermanfaat justru hanya membahayakan. bukankah begitu??



Dunia Baru

ku mulai mengukir kisah baru dalam hidupku, cerita yang berawal dari sebuah impian, hingga akhirnya jalan terbentang luas tuk kita lewati ada di depan kita tinggal bagaimana kita melewatinya, ingin berhati2 karena masih pengalaman baru atau berlari agar lebih cepat sampai tapi tak peduli pada keselamatan diri.tinggal pilih yang mana yang kau suka.

ketika aku belajar membuka mata aku merasa takut, dunia yang kulihat tak seindah yang ada dalam bayanganku, aku memang selalu takut? apa itu salah? bukan maksudku untuk menyusahkan kalian, maaf tapi aku belum siap melihat dunia yang tak ada dalam bayanganku, ah... terlalu menyiksa hati jika semua ini masih aku lanjutkan. maaf, sekali lagi aku minta maaf.......karena ini menyangkut prinsip hidup

tolong jangan berfikir aku manusia yang sok suci, aku hanya berusaha melihat hidup dari sudut putih bukan sudut hitam yang aku tsk berani tuk melihatnya, apalagi tuk melewatinya, semua ini masih permulaan dan aku tak ingin gagal.

apa terlalu muluk usaha yang ku lakukan? aku hanya merasa tak nyaman saat hati ini selalu gelisah, sangan sangat tidak nyaman, karena semuanya akan tenang saat hati tenang. karena hatilah yang mengontrol semuannya.

semuanya ini bukan karena alasan belum terbiasa tapi aku memang tak ingin membiasakan dengan sesuatu yang membuat hati gelisah dan biarkan aku selalu seperti ini menikmati hidup yang seperti ini tak pernah berubah.

jalan kita memang berbeda untuk melangkah, aku tak tau apa tujuanmu, tapi ini adalah proses yang harus ku pertanggung jawabkan pada setiap episode yang telah dan akan aku lalui. dan semoga kalian semua paham:)


*Embun yang kembali Bening