Kamis, 27 Desember 2012

Untukmu yang tersayang

       
        Malam ini ingin ku ungkap segala rasa yang selama ini telah lama ku simpan, cerita tentangmu yang selalu menjadi ispirasiku, menjadi penyemangatku saat ku merasa lemah dan merasa tak kuat lagi untuk melangkah,  orang yang selalu aku banggakan, dan yang pasti adalah orang yang paling aku sayang setelah orang tuaku.
        Aku tak berharap kau akan membaca tulisanku ini, aku terlalu malu jika sampai kau mengetahui tentang semua ini, aku menulis karena aku hanya ingin meluapkan apa yang selama ini aku simpan dan beginilah caranya.menuliskan setiap perasaan ini walau tulisan ini tak indah dan amburadul tapi ini tulus kejujuranku dari hati.
     Tak jarang tingkahku yang membuatmu sedih, marah, kesel tapi sayangmu kepadaku tak pernah berkurang sedikitpun, aku tahu itu dan aku merasakannya. tak pernah ada dendam, benci di hatimu untukku yang ada hanya sayang yang tak mampu ku balas.
        Keberadaanku disini juga karenamu, sejak dulu kamu adalah inspirasiku, dan aku ingin menjadi sepertimu. itulah yang aku impikan sejak dulu, bisa sepertimu. kini ku tau itu takkan mungkin, karen akita berbeda, kamu adalah kamu dan aku adalah aku. walaupun aku tak bisa menjadi sepertimu, tapi perjalanan panjangmu adalah inspirasiku, perjuanganmu adalah cambuk bagiku tuk terus bertahan, melanjutkan mimpiku. sungguh beruntung aku memilikimu.
      
        
       

Selasa, 25 Desember 2012

Pasca nonton Habibie dan Ainun

       
      Banyak hal yang ku peroleh setelah menyaksikan film Habibie dan Ainun, belajar bagaimana selalu berusaha untuj menjadi lebih baik, optimis dengan setiap usaha yang kita lakukan dengan semaksimal mungkin, tentang proses yang tak pernah berakhir, dan tentang bagaimana mencintai dan dicintai, dan tentang kesetiaan.
      Sosok Habibie  yang dengan sikap optimisnya mampu melakukan hal yang meragukan banyak orang, tapi ketika dia mampu membuktikan tentang usahanya tak ada lagi yang memandangnya sebelah mata. dan semuanya itu melalui proses yang panjang dan pastinya tak kenal putus asa karena dalam setiap proses tak selalu semuanya berhasil, bahkan 1000: 1, dan hanya orang yang benar-benar yakin dan usaha yang maksimal yang akan membuahkan hasil yang maksimal pula.
        Dari seorang Ainun, yang ketika sudah menjadi istri menyerahkan seluruh hidupnya untuk mengabdikan diri pada suami,bagaimana dan seperti apapun kondisi suaminya mencintai suaminya apa adanya. dan memang begitulah seorang wanita. menyerahkan hidupnya untuk sang suami. setinggi apapun pangkat/ derajat wanita tapi dalam rumah tangga dia tak boleh meninggalkan kewajibannya sebagai istri yang harus selalu mematuhi suaminya selama dalam syari'at islam. sangat inspiratif untuk calon suami dan istri^_^

Senin, 24 Desember 2012

Tentang hari Ibu

        kemaren tanggal 22 desember, ketika itu aku sedang berada di rumah pamanku yang berada di Probolinggo, kedua putranya yang adalah ade'2ku sibuk ketika mereka berdua baru pulang dari sekolah, kertas origami berserakan di samping mereka aku tak bertanya hanya memperhatikan kelakuan kedua bersaudara yang sedang sibuk menulis dan mengunting. kakak yang pertama masih kelas 2 dan yang kedua masih TK. lama-kelamaan akupun tak tega untuk tidak bertanya, dan aku tanyakan pada sang kakak.
Aku: lagi ngapain kak?
Kakak: lagi mau bikin buat umi.
Aku:buat apa?
Kakak:untuk hari ibu.
Aku:oalah, dan aku tersenyum melihat tingkah mereka.
        Tak berapa kemudian umi mereka datang dan dengan semangat mereka menyerahkan ucapan yang telah mereka buat dengan susah payah untuk orang yang mereka sayangi. ada rasa haru dan tiba-tiba air mataku menetes melihat adegan itu, dan merekapun mendapat ciuman dari uminya. betapa aku merindukan umiku, merindukan berada di pelukannya, merindukan bermanja-manja dengannya.
       
**Love u umi^_^

Sabtu, 22 Desember 2012

Bersama jagoan-jagoanku

bemain dengan anak-anak kecil selalu membuatku bahagia, melihat tingkah mereka yang polos dan apa adanya membuatku tertawa. seperti kemaren saat aku sedang bersama ketiga ade' sepupuku yang kebetulan semuanya cowok, yang pertama baru kelas 3 MI, kemudian ade'nya TK kelas A, dan yang terakhir masih PAUD kelas kuncup. saat ketiganya bermain tak jarang berakhir dengan pertengkarang dan saling pukul. tapi akhirnya yang salah harus menita maaf, itulah yang diajarkan orang tua mereka.
        kedatanganku kesini di sambut sukacita oleh meraka bertiga, bukan karena apa tapi karena mereka menunggu janjiku tuk membawakan games angry bird yang dulu pernah aku janjikan dan mereka ingat hingga kini. dan untunglah aku membawanya.
        yang sering mengajakku bermain adalah si bungsu, dengan suara cadelnya yang membuatku harus memanggil kakaknya untuk menjelaskan maksud yang di katakan yang lebih sering tak aku mengerti. kemarena saat kedua kakaknya sedang pergi sekolah, dia yang kebetulan libur besamaku dan dia mengajakku bermain game, tapi dia hanya ingin melihat dan aku yang harus memainkannya, kemudian saat adzan duhur berkumandang, aku bilang padanya.
aku: mba' shalat dulu ya de'?
ade':jangan.
aku: mba' mau shalat.
ade':gak usah.
aku: nanti mba' masuk neraka kalo gak shalat.
ade':(gak papa-papa)
aku hanya bisa bengong dengan ucapannya.
        ya begitulah mereka, mengatakan apa yang ingin mereka katakan, tapi justru itulah yang jarng kita temukan pada orang dewasa, mengatakan yang sebenarnya di semua keadaan, baik keadaan itu mendukung kita atau malah menghancurkan kita.
        untuk hal satu ini kita mesti belajar kepada anak kecil, mengakui apa saja yang memang benar dia lakukan begitupun sebaliknya yang tidak dia lakukan.
jangan pernah malu dan takut untuk mengungkapkan kejujuran.

Rabu, 19 Desember 2012

Sepenggal kisah tentang KITA

Kebersamaan yang takkan pernah terlupakan, begitulah yang kurasakan tiap kali mengingat kenangan itu, perjalanan yang begitu banyak mengukir cerita, tentang indahnya persahabat, tentang perjuangan, dan tentang harapan.
Bagiku kebersamaan ini memberi arti yang sangat mendalam, aku mulai bisa berbaur, membuang sedikit rasa individualis yang selama ini adalah diriku. walau bukan inginku seperti itu dan bukan pula karena keegoisanku tapi karena itulah aku dengan segala keterbatasannku.
Semakin lama berada di antara kalian semakin membuatku bisa membuka diri, memberanikan diri untuk bisa benar-benar menyatu dengan kalian.
Disini, saat ini kalian adalah keluargaku, kalian adalah bagian dari hidupku dan semoga selamanya kita takkan pernah saling melupakan, walau suatu saat kita pasti akan terpisah jarak dan waktu. tapi kisah bersama kalian akan selalu menemani hari-hariku dan takkan pernah terlupa:-)
Baru ku sadari ternyata ini adalah salah satu jawabNya dari berbagai tanya yang selama ini ada dalam pikirku. setelah langkahku pernah terhenti ketika pada suatu masa dalam hidupku aku merasa Dia mengabaikanku, meninggalkanku dengan kerapuhanku. tentang luka yang bertahun-tahun mengerogoti hatiku, kehidupanku.luka yang terjadi akibat keegoisanku. semoga luka itu tak pernah terulang lagi dalam kehidupanku saat ini dan selanjutnya.
Terkadang kita harus sakit untuk menyadari betapa indah nikmat sehat, begitupun hati, akan merasa betapa indah ketenangan ketika telah melewati kegelisahan yang sangat. sekarang waktunya bersyukur atas segala cerita yang kita alami dalam hidup ini, walau mungkin cerita itu sakit dan bahagia menurut kita semua pasti ada hikmah dariNya.

Minggu, 16 Desember 2012

Perjalanan ke Bromo

        Pada hari Ahad jam 00.20 akhirnya rombongan kelas A MPI berangkat ke Bromo, acara yang telah terencana beberapa bulan yang lalu akhirnya bisa terealisasikan. Ini kali pertama aku melakukan perjalanan yang cukup jauh tanpa kelaurga, tapi bersama teman-temanku.
        Sampai di sana sekitar pukul 04.00 wib, cuaca yang extra dingin langsung menusuk hingga ke tulangku, jaket dan sarung tangan yang ku kenakan seperti tak menghalangi dinginnya cuaca di tempat itu, cuaca yang lebih dingin dari di Puncak Bogor. Disana ternyata sudah banyak pengunjung di tempat itu, semuanya ingin melihat sunrise dari ketinggian gunung Bromo. sejauh mata memandang hanya kabut yang terlihat. setelah beberapa lama menunggu akhirnya matahari terbit dengan sangat anggun, membuat semua mata yang memandang terpesona takjub menyaksikan keindahan yang ada di hadapan mata. Subhanallah,,,,,
        setelah matahari mulai meninggi kamipun kembali k tempat di mana mobil yang kami tumpangi di parkir, dan acara selanjutnya adalah makan dari bekal yang telah kami bawa. ah, kebersamaan yang sangat indah menikmata pagi bersama, makan bersama, adalah hal yang jarang aku lakukan sebelumnya. ini adalah benar-benar pengalaman pertama, dan aku sangat menikmatinya.
        setelah acara sarapan pagi selesai, selanjutnya melanjutkan perjalanan tepat ke kawah gunung Bromo berada. perjalanan kesana kami lanjutkan dengan menggunakan ojek yang memang sudah berjejer rapi menunggu wisaatwan yang akan mengunjungi tempat wisata tersebut. 
        keberadaan tempat wisata gunung Bromo merupakan keberuntungan bagi warga sekitar. sebab tak hanya wisatawan lokal yang mengunjungi tempat tersebut, tapi juga wisatawan mancanegara. selain bertani sebagai mata pencaharian utama mereka kebanyakan dari warga sekitar juga mempunyai pekerjaan sampingan dengan berjualan dan menyewakan kendaraan utnuk para wisatawan yag berkunjung dengan harga yang sangat fantastis. 
        Perjalanan ke kawah Gunung Bromo cukup jauh, dan ojek serta kendaraan lainnya hanya bisa mengnatarkan sampai di bawah, kecuali kuda yang bisa sampai pertengahan jalan menuju puncak Bromo. namun karena harga untuk mengendarai kuda sangat fantastis bisa sampai Rp.100.000 akhirnya kami semuanya memutuskan unutk berjalan kaki. sebagian teman ada yang tidak sampai ke puncak karena merasa kelelalan, tapi tidak denganku dan beberapa teman lainnya. tekatku, setelah sampai disini aku harus sampai ke puncak Bromo dan melihat langsung kawahnya. teman-teman sudah mulai terpisah-pisah akupun melanjutkan perjalanan, dan sekali-kali berhenti untuk istirahat sejenak dan mengatur nafas yang sudah ngos-ngosan. setelah terasa cukup tenaga akupun melanjutkan perjalanan lagi, setelah hampir mencapai tangga, aku  merasa  gak kuat, kaki terasa mau patah tapi semangatku masih kuat hingga akhirnya aku mecapai puncak dan menyaksikan langsung kawah yang masih mengeluarkan asap. aku dan keempat temanku yang sampai lebih dulu di puncak, disana kami menunggu teman-teman yang lain. setelah hampir semua teman sampai kamipun memuaskan diri dengan berphoto bersama.
        setelah merasa puas menyaksikan kawah dan berphoto-photo kamipun turun dan berkumpul dengan teman-teman yang lain. di tengah perjalanan ada seorang penjual bunga edelwis yang konon katanya adalah bunga abadi, dan sering dijadikan bunga sebagai hadiah kepada pasangannya dengan maksud agar cinta mereka abadi. bagiku itu hanya cerita saja, tak ada yang benar-benar abadi. kenapa cerita Edelwis hanya sepenggal? mungkin ada bab lain tentangnya:)
        itulah sepenggal ceritaku bersama teman-temanku di kelas A MPI, dan akan selalu ada cerita selanjutnya^_^
        
       

Kamis, 13 Desember 2012

catatan menjelang senja

        Hampir setiap sore kota Batu di guyur hujan, seperti juga sore ini hujan turun dengan deras disertai petir. suasana yang membuatku tak betah berada disini dan ingin segera berada dirumah. cucian yang sudah berhari-hari di jemuran belum juga menunjukkan akan segera kering, padahal cucuian yang belum di cuci sudah menggunung dan menunggu giliran untuk segera dicuci juga.

       Sore ini, aku hanya berdiam diri dikamar, merenungkan tentang apa yang akan aku berikan, apa yang akan aku tinggalkan ketika aku sudah tiada kelak. aku tak ingin adaku hanya seperti debu yang dengan mudah hilang saat di terpa angin, tanpa bekas. namun hingga malam menjelang tak kutemukan jawabannya.
        
        Alangkah bahagianya hidup seandainya bisa bermanfaat buat orang lain, menjadi motivasi buat orang lain; tapi apa aku bisa seperti itu? apa yang selama ini aku lakukan untuk mewujudkan semua itu? di seperempat usiaku yang akan terus bertambah ini. bagaimana aku harus memulainya? terlalu banyak pertanyaan yang belum terjawabkan dalam hidupku ini.

        


Selasa, 11 Desember 2012

cerita hari ini

Baru pagi tadi kutulis tentang semua usahaku menjaga hati ini, belajar untuk bisa ikhlas tentang rasa ini, tapi ujian itupun hadir saat ini juga, begitu sayang Engkau akan diriku ya Robb....

berita itu sempat membuatku sedikit terkejut, sesaat, dan saat itu jantungku seperti berhenti dan hanya sesaat saja, itulah jawaban yang selama ini aku tunggu, dan kini sudah terjawabkan, dengan sangat jelas dan menghujam pas di hatimu.

akhirnya aku bisa seutuhnya menjaga hati ini, terima kasih ya Robb.....
sempurna,....

tapi kenapa aku masih menangis?apa begini tangis bahagia? atau ternyata aku masih belum siap untuk menjadi hamba terbaikNya?
sekarang apa yang harus kulakukan?

Senin, 10 Desember 2012

Sudah Terjawab:)

aku tau bahwa kamu sudah tahu tentang semua ini, aku tak merasa malu, apalagi takut. ini tak meyakiti siapapun, dan hanya untukku saja.
kamu tak perlu salah tingkah atau berusaha mambuatku mengubah semua ini, itu takkan berhasil, karena aku menikmati semua ini, perasaan ini, dak keadaan ini dengan sendirinya.

aku tak ingin mengulang kesalahan yang lalu, membagi apa yang seharusnya ku rasakan sendiri, dan semuanya berantakan tak seindah yang ku harapkan. kini semuanya harus lebih baik lagi, harus tidak boleh tidak.

kamu tau kenapa aku menikmati hal yang mungkin bagi kebanyakan orang adalah menyakiti? kamu bilang aku gila? tak peduli semua orang menganggap aku gila, selama Tuhan masih menyayangiku, aku akan selalu baik-baik saja.

dan untukmu terima kasih karena tanpamu aku tak mungkin bisa menikmati semua ini, tak mungkin belajar memperbaiki kesalahan lalu. dan semuanya terjawab dengan indah, indah banget:)

ternyata memang semuanya indah pada waktunya:)

Kamis, 06 Desember 2012

MIMPI

menjadi seorang pemimpipun tak mudah, terkadang ketika kita mulai merajut mimpi yang kita anggap paling indah, tiba-tiba terbersit mimpi lain yang terbayang lebih indah dari mimpi-mimpi yang sebelumnya. pernah suatu ketika aku bermimpi menjadi seorang guru, tapi ketika mimpi itu mulai berjalan ada saja tantangan beratnya, ntah itu tak bisa menguasai murid atau tidak sepaham dengan orang lain di sekitar kita. untuk hal yang kedua itulah yang sangat sering terjadi. tak sepaham....
pernah juga aju bermimpi menjadi seorang penulis, bisa memberi inspirasi lewat tulisan, inspirasi dalam hidup,  tapi belum aku mulai menorehkan tinta, tangan ini terlalu kaku untuk di gerakkan, pikiran kosong.
aku bingung apa yang sebenarnya aku ingin mimpikan? jika aku terlalu takut untuk melangkah?

adakah obat yang bisa membuatku lebih berani untuk bermimpi, bahkan hanya untuk sebuah mimpi saja.