bemain dengan anak-anak kecil selalu membuatku bahagia, melihat tingkah mereka yang polos dan apa adanya membuatku tertawa. seperti kemaren saat aku sedang bersama ketiga ade' sepupuku yang kebetulan semuanya cowok, yang pertama baru kelas 3 MI, kemudian ade'nya TK kelas A, dan yang terakhir masih PAUD kelas kuncup. saat ketiganya bermain tak jarang berakhir dengan pertengkarang dan saling pukul. tapi akhirnya yang salah harus menita maaf, itulah yang diajarkan orang tua mereka.
kedatanganku kesini di sambut sukacita oleh meraka bertiga, bukan karena apa tapi karena mereka menunggu janjiku tuk membawakan games angry bird yang dulu pernah aku janjikan dan mereka ingat hingga kini. dan untunglah aku membawanya.
yang sering mengajakku bermain adalah si bungsu, dengan suara cadelnya yang membuatku harus memanggil kakaknya untuk menjelaskan maksud yang di katakan yang lebih sering tak aku mengerti. kemarena saat kedua kakaknya sedang pergi sekolah, dia yang kebetulan libur besamaku dan dia mengajakku bermain game, tapi dia hanya ingin melihat dan aku yang harus memainkannya, kemudian saat adzan duhur berkumandang, aku bilang padanya.
aku: mba' shalat dulu ya de'?
ade':jangan.
aku: mba' mau shalat.
ade':gak usah.
aku: nanti mba' masuk neraka kalo gak shalat.
ade':(gak papa-papa)
aku hanya bisa bengong dengan ucapannya.
ya begitulah mereka, mengatakan apa yang ingin mereka katakan, tapi justru itulah yang jarng kita temukan pada orang dewasa, mengatakan yang sebenarnya di semua keadaan, baik keadaan itu mendukung kita atau malah menghancurkan kita.
untuk hal satu ini kita mesti belajar kepada anak kecil, mengakui apa saja yang memang benar dia lakukan begitupun sebaliknya yang tidak dia lakukan.
jangan pernah malu dan takut untuk mengungkapkan kejujuran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar