Dunia ini indah, semuanya pasti sepakat akan pernyataan ini jika hati mereka sedang dalam kondisi yang bahagia, dan akan beranggapan sebaliknya ketika dalam keadaan sedang bersedih dan berduka, sangat subjektif.
Kenapa Manusia seperti itu? apa yang membuat pikiran subjektif lebih sering menguasai pemikiran manusia? bukankah lebih baik memandang sesuatu itu tak hanya dari satu sudut pandang? semuanya masih menjadi pertanyaan besar bagiku.
Hari ini aku seperti melihat taman yang penuh dengan mawar putih tak jauh dari tempatku berdiri, aku ingin segera ke tempat itu, karena selama ini tempat itu selalu aku impikan, dan ketika aku tau bahwa ia nyata aku berusaha untuk segera ke tempat itu, tapi aku merasa caraku mungkin salah ketika melangkah, aku terlalu terburu-buru dan tidak tau sedang ada jurang yang dalam didedapku, namun taman yang penuh mawar putih yang ingin kudatangi tepat berada di seberang jurang yang sangat dalam tersebut. aku terlalu terburu-buru karena takut orang lain akan mendahuluiku sampai di tempat itu, aku terlalu tekut orang lain akan menganggap tempat itu indah seperti yang ada dalam pikiranku. aku berlari dan tak menghiraukan rintangan yang ada di depanku, walaupun jika aku mau belajar untuk bersabar rintangan itu akan mudah kulewati dan tak akan menyakitiku.
Lariku semakin kencang ketika tempat itu mulai terlihat mata kepalaku, batu kerikil yang tajam tak terasa ketika melukai kakiku yang tanpa alas, aku tak peduli, keinginanku lebih besar untuk segera sampai di tempat itu dari pada rasa sakit ini dan kemudian aku hampir terjatuh. kau berhenti, jurang itu seperti tak berdasar, gelap dan sepi. dan kemudian di tempat itulah sakit di kedua kakiku begitu terasa. sakit ini begitu terasa bukan karena lukanya, tapi karena jurang ini begitu dalam, dan aku merasa mulai putus asa sedangkan tempat yang ingin kudatangi sudah begitu nyata didepanku.
Aku terduduk, tapnpa terasa air mata menetes, "aku hanya bisa sampai disini untuk saat ini" ucapku dalam hati.
"Tungggulah, aku pasti sampai di tempat itu, walau tak sekarang. akan kusembuhkan dulu luka ini dan kemudian ketika luka ini sembuh aku bisa menikmati Mawar putih itu tanpa teringat lagi luka ini". tekadku dalam hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar