Rumah itu sekarang kosong. rumah yang selama hampir satu bulan ini selalu kuperhatikan. rumah yang tidak terlalu besar namun selalu menyita perhatiannku. Halamannya tak terlalu luas namun sangat mempesona dengan hiasan bunga mawar putih yang terawat. di halaman itulah pula kau sering menikmati pemandangan indah, pemandangan sang penghuni rumah sedang bercanda gurau, terlihat harmonis dan bahagia.
Seminggu sudah rumah itu sepi, rumput-rumput liar mulai tumbuh di halaman rumah itu, taman kecil yang penuh mawar putihpun kini terlihat tak terawat, bunga-bunganya mulai mengering. daun-daun mulai memenuhi halaman rumah itu.
Dua minggu berlalu dan rumah itupun masih sepi tak berpenghuni, debu yang mulai tebal menutupi jendela-jendela rumah itu. kerinduanku mulai memuncak pada keindahan rumah itu, pada senyuman para penghuni, canda tawa mereka. kemana mereka pergi?? adakah mereka menempati rumah yang lebih besar? yang lebih indah dari rumah ini?
Minggu ketiga rumah itupun masih sunyi, Aku mulai lelah menunggu sang penghuni datang. tak ada lagi keindahan yang bisa kulihat, ku nikmati, karena kini yang ada hanya rumah kosong tak berpenghuni, rumah yang tak terawat.
Kini tak ada lagi keindahan dari rumah itu, tak ada lagi senyuman yang terukir dari setiap yang memandang ketika melihat rumah itu, melihat kemesraan sang penghuni rumah, melihat keramahan si pemilik rumah saat ada orang yang melewati rumah itu.
Kini yang ada hanya rasa iba dari setiap pasang mata yang memandang pada rumah itu, rumah yang kini di tinggal sang pemiliknya. tak akan ada keindahan ketika rumah itu kosong, tak akan ada yang merawat dan tak akan ada lagi yang peduli, bahkan tuk sekedar memandangnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar