Begitu banyak kisah yang kulalaui dalam hidup, cerita yang terkadang menguraas air mata dan tak jarang pula menyisakan senyuman. begitupun dengan tokoh yang singgah di hidupku, ada yang hanya sesaat namun ada pula yang bertahan hingga kini.
Semua peristiwa itu kembali teringat, tergambar jelas dalam fikiran, tentang perjalanan hidupku, bagaimana orang tuaku menyayangiku, mendidikku, kakak-kakak yang selalu menyayangiku, dan merekalah malaikat-malaikat dalam hidupku.
Beranjak remaja aku mulai mengenal lawan jenis, mulai bermain dengan rasa suka, hingga tak jarang orang tuaku selalu memperingatiku, tapi terkadang tak kupedulikan aku bilang aku hanya mengenal dan tak lebih dari hal itu. ah masa itu benar-benar masa yang hanya membuatku ketawa mengingatnya.
Usia remajaku berakhir, kemudian menyambut usia dewasaku. disinilah aku mulai mengaku bahwa aku sedang jatuh cinta tentang perasaan yang kualami saat mulai dekat dengan seseorang, tapi ternyata aku hanya lebih sering menangis karena hal yang aku anggap cinta. pada saat itu aku berfikir apa cinta memang menyakitkan? hingga beberapa waktu aku belajar untuk bisa memahaminya, tapi karena mungkin karena keegoisan yang menguasai hatiku hingga aku tak bisa berfikir jernih tuk bisa mengenal dan mengerti sejatinya
Masa itu adalah masa yang cukup sulit untuk kulewati dan tanpa siapapun untuk tempatku berbagi. padahal aku tau hal itu bukan karena tidak ada yang bisa menjadi tempatku berbagi dan yang mau memahami aku tapi karena sikapku yang tak bisa membuka diri, padahal akutau selalu ada dia "malaikatku" yang memahamiku walau aku tak bicara, yang tau aku sedih walau aku tak cerita, yang segera menahanku sebelum aku terjatuh, dia akan selalu hadir walau terkadang dengan cara yang sedikit "tidak baik". tapi memang begitulah caranya menyayangiku.
Hari ini, aku mulai belajar berdiri, setelah cukup lama kaki ini lelah melangkah, terlalu takut untuk menjemput fajar esok hari. karena kini bukan lagi bicara tentang keegoisanku, bukna lagi berusaha membuat orang memahamiku, mengikuti setiap apa yang aku inginkan, tapi hari ini adalah bagaimana kau belajar mencintai malaikat-malaikatku dengan cinta yang nyata bukan hanya semu, bagaimana memberi senyuman dala hidup bukan mengharap senyuman, bagaimana aku bisa ada dalam ketiadaanku bukan tiada dalam keberadaanku, bagaimana aku bisa menjaid bagian dari Matahari yang cahanya selalu diharapkan oleh semua makhluq di bumi.
Dengan begitu aku bisa belajar untuk mengenal mutiara sebelum aku mengenal cangkangnya, mungkin terkesan mustahil dan tidak mungkin, tapi bukankah tidak hal yang tak mungkin??
Terima kasih untuk Malaikat-malaikatku, untuk Matahari, Purnama, Bintang, dan pastinya Bumi yang memberiku pelajaran dan perjalanan terindah dalam hidup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar